Beranda Daerah DPKPP Karawang Tangani Ribuan Hektare Sawah dan Tambak Terdampak Banjir Rob

DPKPP Karawang Tangani Ribuan Hektare Sawah dan Tambak Terdampak Banjir Rob

KARAWANG, NarasiKita.ID – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang mencatat luas lahan sawah yang terdampak banjir dan rob sejak awal Januari hingga 19 Januari 2026 mencapai 1.928 hektare pada fase Hari Setelah Tanam (HST) serta 20 hektare pada fase Hari Setelah Semai (HSS).

Kepala DPKPP Karawang, Rohman, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir telah mengakibatkan banjir dan rob yang melanda wilayah pertanian dan tambak dengan cakupan cukup luas di Kabupaten Karawang.

“Banjir dan rob ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta pasang air laut, sehingga berdampak langsung pada lahan sawah dan tambak di beberapa wilayah pertanian Karawang,” ujar Rohman, Senin (19/1/2026) dikutip dari KBE.Online

Data dampak tersebut dihimpun berdasarkan laporan dari UPTD Pengelolaan Pertanian di tingkat kecamatan, penyuluh pertanian, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi, sebagai dasar penanganan dan langkah lanjutan yang akan dilakukan oleh DPKPP.

Berita Lainnya  Diterjang Angin Kencang Rumah Warga Rengasdengklok Ambruk, Satu Keluarga Mengungsi ke Kantor Pejuang Siliwangi

“Berdasarkan laporan dari UPTD Pengelolaan Pertanian di tujuh kecamatan, penyuluh pertanian, dan POPT Provinsi, total lahan sawah yang terdampak banjir dan rob mencapai 1.928 hektare pada fase HST dan 20 hektare pada fase HSS,” jelas Rohman.

Selain lahan sawah, banjir dan rob juga berdampak signifikan terhadap sektor perikanan budidaya, khususnya tambak, yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir Karawang.

“Untuk lahan tambak yang terdampak banjir dan rob tercatat mencapai 9.054 hektare,” pungkas Rohman.

Persebaran Lahan Sawah Terdampak

Kepala Bidang Sarana Pertanian DPKPP Kabupaten Karawang, Mahmud, menjelaskan bahwa lahan sawah terdampak tersebar di tujuh kecamatan, yakni:

  • Cibuaya: Desa Sedari 100 ha, Desa Kalidungjaya 480 ha, Desa Gebangjaya 366 ha, Desa Kedungjeruk 325 ha
  • Pedes: Desa Sungaibuntu 30 ha, Desa Dongkal 35 ha
  • Tirtajaya: Desa Bolang 203 ha
  • Pakisjaya: Desa Tanjungmekar 26 ha, Desa Tanahbaru 15 ha, Desa Solokan 30 ha, Desa Tanjungbungin 132 ha, Desa Telukjaya 50 ha
  • Telukjambe Timur: Desa Sukamakmur 4 ha, Desa Sukaharja 3 ha
  • Telukjambe Barat: Desa Margakaya 21 ha, Desa Margamulya 6 ha, Desa Karangligar 3 ha, Desa Parungsari 14 ha
  • Cilamaya Wetan: Desa Tegalwaru 85 ha (HST), Desa Tegalsari 20 ha (HSS)
Berita Lainnya  DPRD Karawang Desak Pemkab Segera Perbaiki Jembatan Penghubung di Cipurwasari

Langkah Penanganan DPKPP

Mahmud menyampaikan bahwa DPKPP telah mengambil sejumlah langkah penanganan awal, di antaranya:

  • Melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan serta melakukan koordinasi lintas bidang.
  • Berkoordinasi dengan Bidang Prasarana Pertanian, UPTD Pertanian Kecamatan, serta petugas POPT di wilayah terdampak agar kelompok tani yang terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani bisa disinkronkan datanya.
  • Bagi kelompok tani yang baru melakukan tanam dan terdampak banjir, DPKPP akan mengusulkan fasilitasi bantuan benih padi.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Pertanian DPKPP Kabupaten Karawang, Lilis Suryani, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan sarana pendukung bagi petani terdampak, guna menunjang kelancaran proses panen di tengah kondisi sulit:

  • Bantuan terpal, sebagai alat angkut panen gabah dari sawah ke perahu atau ke daratan.
  • Koordinasi dengan Perum Bulog agar gabah terdampak banjir tetap dapat terserap, sehingga harga gabah tidak jatuh dan tidak merugikan petani.
Berita Lainnya  Kini Tak Perlu ke Kota, Bupati Aep Resmikan MPP Cikampek untuk Wujudkan Pelayanan Publik Lebih Dekat

Rohman menegaskan bahwa DPKPP Kabupaten Karawang akan mengambil langkah koordinasi ke tingkat pusat dengan mengirimkan surat kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia terkait dukungan Program Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall sebagai upaya penanggulangan banjir rob yang kerap berdampak pada wilayah pertanian di Karawang.

“Kami akan bersurat kepada Bapak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI terkait Program PSN Giant Sea Wall sebagai langkah penanganan banjir rob di Kabupaten Karawang,” tandasnya. (ist/sup)

Bagikan Artikel