Beranda Daerah Menyambut HUT ke-81 RI: Mengenang Haji Djole, Pejuang Asal Bekasi yang Gigih...

Menyambut HUT ke-81 RI: Mengenang Haji Djole, Pejuang Asal Bekasi yang Gigih Melawan Penjajah

BEKASI, NarasiKita.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang bangsa, termasuk tokoh-tokoh lokal yang memiliki peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan. Salah satunya adalah Haji Djole, pejuang asal Bekasi yang dikenal gigih melawan pasukan Inggris dan Belanda pada masa Revolusi Kemerdekaan.

Haji Djole yang memiliki nama asli Sa’adah bin Haji Sulaeman (Eman) lahir di Kampung Sepatan, Distrik Bekasi, pada 1905. Berasal dari keluarga yang terpandang dan berpengaruh, rumah orang tuanya menjadi tempat berkumpul para pejuang yang menyusun strategi perjuangan di wilayah Bekasi.

Berita Lainnya  Apel Kebangsaan di Karawang Perkuat Sinergi, GOKAR Dorong Kolaborasi Transportasi Lokal

Dalam buku Pejuang Bekasi Era Perang Revolusi karya sejarawan Bekasi Endra Kusnawan, disebutkan bahwa Haji Djole merupakan salah satu tokoh yang menjadi perhatian intelijen Belanda. Bersama sang kakak, Haji Saadih Pardia, namanya masuk dalam daftar tokoh yang dianggap berbahaya karena aktif memimpin perlawanan terhadap pasukan Sekutu dan Belanda.

Laporan intelijen Belanda tertanggal 26 Januari 1946 menyebut Haji Djole bermarkas di Bekasi dan memiliki pengaruh hingga wilayah Pekayon, Teluk Pucung, serta Karang Congok. Dalam laporan berikutnya pada 7 Maret 1946, ia disebut sebagai tangan kanan Pak Matjan dari Cibarusah dan menjadi bagian dari kelompok pejuang Haji Darip di Klender yang melakukan berbagai aksi perlawanan terhadap pasukan penjajah.

Berita Lainnya  Inspektorat Kunci LHP 2025, Warga Karawang Layangkan Keberatan: "Uang Rakyat Diawasi, Hasilnya Justru Dirahasiakan?"

Bagi pemerintah kolonial Belanda, kelompok tersebut kerap dicap sebagai perampok atau teroris. Namun bagi rakyat Indonesia, mereka adalah pejuang yang mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan.

Usai masa revolusi, Haji Djole tetap menunjukkan dedikasinya kepada bangsa. Ia tercatat menjadi salah satu pengurus Cabang Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) di Bekasi, organisasi yang didirikan Jenderal Abdul Haris Nasution pada 20 Mei 1954. Bersama para mantan pejuang lainnya, Haji Djole terus berkontribusi dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 RI, kisah perjuangan Haji Djole menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan besar para pejuang, termasuk putra-putra terbaik dari daerah. Semangat keberanian, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskan Haji Djole diharapkan terus menginspirasi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, dan pengabdian kepada bangsa.

Berita Lainnya  Bimtek Pembudayaan Hidup Sehat 2026, Dinkes Karawang Perkuat Upaya Promotif dan Preventif, Budayakan Pola Hidup Sehat

Sumber: Pejuang Bekasi Era Perang Revolusi karya Endra Kusnawan dan Komunitas Historika Bekasi. (MA)

Bagikan Artikel