KARAWANG, NarasiKita.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) menggelar rapat kerja bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang, serta akademisi Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Karawang, Kamis (23/7/2026).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karawang pada 16 Juli 2026 yang menetapkan pembentukan Pansus Raperda RPIK, sekaligus hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD pada 13–14 Juli 2026 yang menyusun agenda pembahasan pansus.
Berdasarkan Surat DPRD Kabupaten Karawang Nomor 000.1.5/838/DPRD tertanggal 21 Juli 2026, rapat kerja dimulai pukul 10.00 WIB dan dipimpin Ketua Pansus Raperda RPIK, Rosmilah.
Turut hadir Wakil Ketua Pansus Nurhadi, anggota pansus Asep Junaidi dan Encep, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Karawang Ace Sudiar, Ketua KADIN Karawang Aris Susanto, Wakil Ketua KADIN Azis Mathori dan Budi Mashudi, perwakilan Dinas Perindustrian Kabupaten Karawang, Bagian Hukum Setda Kabupaten Karawang, serta akademisi dari UNSIKA.
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada penyempurnaan substansi Raperda RPIK sebagai landasan kebijakan pembangunan industri di Kabupaten Karawang. Berbagai masukan disampaikan oleh unsur legislatif, pemerintah daerah, dunia usaha, dan akademisi agar regulasi yang disusun mampu menjawab tantangan perkembangan industri, investasi, dan kebutuhan masyarakat.
Ketua Pansus Raperda RPIK, Rosmilah, menegaskan bahwa penyusunan regulasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Penyusunan Raperda Rencana Pembangunan Industri Kabupaten ini harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin regulasi yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan industri di Karawang, memberikan kepastian hukum bagi investor, serta berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Rosmilah.
Sementara itu, Ketua KADIN Kabupaten Karawang, Aris Susanto, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan dunia usaha dalam proses penyusunan Raperda tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan industri yang berkelanjutan.
“KADIN Karawang mendukung penuh penyusunan Raperda RPIK ini. Kami berharap regulasi yang disusun dapat menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif, memperkuat daya saing industri daerah, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh bersama perkembangan industri di Kabupaten Karawang,” kata Aris.
Melalui rapat kerja ini, DPRD Kabupaten Karawang menargetkan pembahasan Raperda RPIK dapat diselesaikan secara komprehensif dengan mengakomodasi berbagai masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Regulasi tersebut diharapkan menjadi pijakan hukum yang kuat dalam mengarahkan pembangunan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, mampu menarik investasi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang. (Sup)




























