Beranda Daerah Janji Pemkab Karawang Tak Secepat Angin Kencang, Rumah Warga Tirtajaya Ambruk Bantuan...

Janji Pemkab Karawang Tak Secepat Angin Kencang, Rumah Warga Tirtajaya Ambruk Bantuan yang Tak Pernah Datang

KARAWANG, NarasiKita.ID – Nasib memilukan bukan hanya dialami Nengsih, warga Dusun Jatimulya, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, yang rumahnya roboh akibat hujan deras disertai angin kencang.

Sebelumnya, peristiwa serupa juga menimpa Tabot (59), warga Dusun Karangmulya, Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya.

Ironisnya, rumah Nengsih sebelumnya telah disurvei oleh pihak terkait untuk mendapatkan bantuan Rumah Layak Huni (Rulahu) dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Namun hingga bangunan itu ambruk, bantuan yang dijanjikan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) tak kunjung terealisasi.

Kondisi ini memantik sorotan publik. Proses pendataan dan verifikasi yang berjalan lamban dianggap tidak sebanding dengan kecepatan kebutuhan di lapangan. Akibatnya, warga miskin yang rumahnya tidak layak huni harus menunggu hingga musibah terjadi baru kemudian mendapat perhatian.

Berita Lainnya  Karang Taruna Kalangsari Bergerak: Bersihkan Saluran Air dan Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Peristiwa yang menimpa Tabot menjadi bukti lain betapa lemahnya respons pemerintah terhadap kondisi masyarakat di wilayah rawan. Berdasarkan laporan resmi Satgas BPBD Karawang Kecamatan Tirtajaya, rumah Tabot roboh akibat angin kencang pada Rabu malam, 17 Desember 2025, sekitar pukul 21.15 WIB. Selain diterjang angin, kondisi bangunan yang telah lapuk turut memperparah kerusakan.

Dalam laporan tersebut disebutkan, satu unit rumah milik Tabot mengalami rusak berat dan tidak dapat dihuni. Akibat kejadian itu, dua jiwa dari satu kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudara. Hingga kini, rumah tersebut belum diperbaiki, dengan taksiran kerugian mencapai Rp45 juta.

Berita Lainnya  Cek TKP, Polsek Rengasdengklok Sebut Warga Desa Medangasem Tewas Akibat Gerinda Konslet

Kepala Desa Medankarya, Nurhali, membenarkan kejadian tersebut dan berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Kami berharap Pemkab Karawang bisa segera membantu warga kami, khususnya Pak Tabot, agar rumahnya bisa dibangun kembali. Kondisinya sekarang benar-benar memprihatinkan, sudah terlalu lama mengungsi di rumah kerabatnya,” ujar Nurhali kepada awak media, Selasa (13/1/26).

Sementara itu, Tabot yang kini tinggal menumpang bersama keluarga tampak pasrah. Saat ditemui di depan rumahnya yang sudah rata dengan tanah, ia mengenakan kaos bergambar pasangan Aep–Maslani. Dengan mata berkaca-kaca, ia berharap janji bantuan yang pernah disampaikan pemerintah benar-benar terealisasi.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Dapil III Soroti Persoalan Saluran Air di Tirtajaya, Dorong PJT II dan BBWS Ambil Langkah Nyata

Rangkaian peristiwa ini kembali membuka pertanyaan besar tentang efektivitas program Rulahu di Karawang. Ketika rumah warga sudah disurvei dan dinyatakan tidak layak, namun bantuan tak kunjung turun hingga bangunan roboh, maka fungsi perlindungan sosial pemerintah patut dipertanyakan.

Masyarakat berharap, kejadian seperti ini tidak terus berulang, dan pemerintah daerah bisa bergerak lebih cepat bukan setelah musibah datang, tetapi sebelum nyawa dan tempat tinggal rakyat menjadi taruhannya. (Yusup)

Bagikan Artikel