Skip to content
NarasiKita NarasiKita

Ruang Terbuka Bicara Fakta

NarasiKita NarasiKita

Ruang Terbuka Bicara Fakta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak kami
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak kami
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
DaerahPolitik

Kesbangpol Karawang Dinilai Hilang Empati, Sibuk Gelontorkan Dana untuk Partai Politik

By Narasi Kita
8 September 2025

KARAWANG, NarasiKita.ID – Direktur Ghazali Center Research and Consulting, Lili Ghazali, menilai Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) telah kehilangan empati terhadap rakyatnya.

“Ketika masyarakat Karawang sedang menjerit menghadapi kesulitan hidup, pemerintah daerah justru sibuk menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk partai politik. Sungguh ironi, ketika rakyat butuh sentuhan kebijakan yang berpihak, mereka malah disuguhi kenyataan bahwa kepentingan politik lebih utama daripada kepentingan publik,” tegas Lili Ghazali kepada NarasiKita.ID, Senin (08/09/2025).

Selain itu, Lili juga menegaskan, dana publik yang bersumber dari APBD tidak boleh dijadikan bancakan politik. Sesuai Pasal 5 ayat (1) PP No. 1 Tahun 2018, bantuan keuangan partai politik seharusnya digunakan untuk pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat, serta untuk operasional sekretariat partai.

Berita Lainnya  Buruan Daftar, Pemkab Karawang Buka Lowongan Kerja Dirut PD Petrogas

“Karena itu, audit menyeluruh wajib dilakukan. Setiap rupiah yang keluar harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai dana rakyat yang seharusnya untuk mencerdaskan kehidupan politik masyarakat justru berhenti di meja elite partai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lili Ghazali menyatakan keprihatinannya lantaran pada saat yang sama, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan organisasi kepemudaan yang berjuang langsung di tengah masyarakat justru tidak mendapat dukungan.

“Ini sangat menyedihkan. Pemerintah seharusnya mampu merumuskan format kebijakan yang adil dan berpihak. Jangan hanya partai politik yang diberi anggaran besar, sementara organisasi-organisasi yang nyata hadir untuk rakyat malah diabaikan. Kalau seperti ini, wajar bila rakyat merasa ditinggalkan oleh pemimpinnya,” pungkasnya. (Yusup)

Bagikan Artikel
Author

Narasi Kita

Follow Me
Other Articles
Previous

Realisasi Pupuk Bersubsidi di Karawang Baru 82 Persen, Bupati: Pengawasan Harus Diperkuat

Next

Sosialisasi KIP, Pemkab Karawang Ingatkan Desa Wajib Transparan soal Anggaran

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — NarasiKita. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme