Beranda blog Halaman 62

Bupati Karawang Resmikan Sentra UMKM Rawamerta, Dorong Ekonomi Lokal Lewat Inovasi dan Pemberdayaan

NarasiKita.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Hal itu diwujudkan melalui peluncuran Sentra UMKM Rawamerta, yang diresmikan langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersamaan dengan kegiatan Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di Kecamatan Rawamerta, Selasa (07/10/25).

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kecamatan Rawamerta yang menghadirkan wadah bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan memperluas jangkauan usahanya. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM merupakan langkah strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Saya minta Dinas Koperasi dan UMKM untuk terus mendampingi para pelaku usaha agar mereka bisa naik kelas dan berdaya saing. Dengan begitu, ekonomi masyarakat akan ikut meningkat,” ujar Bupati Aep.

Sementara itu, Plt Camat Rawamerta Angga Satria Atmaja menyampaikan bahwa Sentra UMKM Rawamerta merupakan satu-satunya sentra UMKM di Kabupaten Karawang, dengan total 209 anggota dan 209 produk unggulan lokal yang siap dipasarkan.

“Alhamdulillah, hari ini kita grand launching Sentra UMKM Rawamerta. Ini satu-satunya sentra UMKM di Karawang. Di sini juga tersedia koperasi dan coffee shop yang diharapkan menjadi pusat keramaian baru,” kata Angga.

Ia menambahkan, keberadaan Sentra UMKM diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Rawamerta yang mayoritas bekerja sebagai petani. Sebagai langkah lanjutan, pihak kecamatan juga akan menghadirkan Rawamerta Kuliner Night, yaitu pasar kuliner yang menyajikan berbagai makanan basah dan kering setiap Jumat dan Sabtu di halaman Kantor Kecamatan Rawamerta.

“Secara demografis, sebagian besar warga di sini adalah petani. Karena itu, kami ingin ibu-ibu berdaya melalui UMKM agar memiliki tambahan penghasilan. Harapannya, sentra ini bisa menjadi pusat keramaian dan tumbuhnya ekonomi baru di Rawamerta,” ujarnya.***

Pemkab Karawang dan KPKNL Purwakarta Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Aset Daerah

KARAWANG, NarasiKita.ID – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang, Dr. H. Eka Sanatha, S.H., M.M., bersama jajaran. Rombongan diterima langsung oleh Kepala KPKNL Purwakarta, Harmani Sri Mumpuni, S.H., M.H., di ruang rapat KPKNL Purwakarta.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara Pemkab Karawang dan KPKNL Purwakarta dalam optimalisasi pengelolaan aset daerah, khususnya pelaksanaan penilaian, pengurusan piutang daerah, serta lelang Barang Milik Daerah (BMD).

Dalam sambutannya, Harmani Sri Mumpuni menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen KPKNL Purwakarta untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia menjelaskan peran KPKNL dalam pelayanan penilaian aset, pengurusan piutang daerah, penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pelayanan lelang.

Pada kesempatan itu, Harmani memperkenalkan jajaran pejabat KPKNL Purwakarta, di antaranya Fatkhulloh (Pejabat Fungsional Pelelang Ahli Muda), Asim (Pejabat Fungsional Penilai Ahli Muda), Irwan Nuryanto (Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara), Arief Fadilah (Kepala Seksi Piutang Negara), dan Ratna Astuti (Kepala Seksi Kepatuhan Internal).

Diskusi berlangsung hangat dan produktif. Pihak BPKAD Karawang menyampaikan sejumlah isu penting terkait pemanfaatan aset daerah, seperti pengelolaan sewa sawah, tanah, dan gedung; lelang hak menikmati; lelang barang bergerak; piutang daerah; hingga sertifikasi BMD. Menanggapi hal tersebut, jajaran KPKNL Purwakarta memberikan solusi dan edukasi teknis sesuai bidang tugas masing-masing.

Kepala BPKAD Karawang, Dr. Eka Sanatha, menyampaikan apresiasi atas dukungan KPKNL Purwakarta dalam membantu Pemkab Karawang mengelola aset daerah secara profesional. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam optimalisasi aset strategis, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Masih banyak aset daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat, sehingga pengelolaan aset di Kabupaten Karawang semakin tertib, transparan, dan berdaya guna,” ujar Eka Sanatha.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara KPKNL Purwakarta dan Pemkab Karawang dalam mewujudkan pengelolaan aset daerah yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (red/ist)

Identitas Mayat Perempuan Setengah Bugil di Sungai Citarum Terungkap, Warga Banyusari Karawang

KARAWANG, NarasiKita.ID – Identitas mayat perempuan setengah bugil yang ditemukan di aliran Sungai Citarum, Dusun Munjul Kaler RT 30/05, Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 06.00 WIB akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Dina Oktaviani (21), warga Dusun Kiara, Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Dina merupakan pegawai salah satu minimarket di wilayah Sadang, Kabupaten Purwakarta.

“Iya, benar korban merupakan warga Desa Talunjaya. Orang tua korban saat ini sedang membuat laporan ke Mapolres Karawang,” kata Kepala Desa Talunjaya, Maman Dulrohman, Selasa (7/10/2025) dikutip dari KBEOnline.ID.

Maman menambahkan, pihaknya mendapat kabar penemuan korban dari kepolisian sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ini jenazah Dina berada di RSUD Karawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena diduga terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sebelumnya, Polres Karawang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan mayat perempuan setengah bugil tanpa identitas tersebut.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menyampaikan, Tim Inafis Satreskrim Polres Karawang segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah TKP guna memastikan identitas serta penyebab kematian korban.

“Petugas Inafis bersama Unit Reskrim telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi, dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Kabupaten Karawang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Cep Wildan.

Berdasarkan keterangan saksi, penemuan mayat tersebut berawal saat salah seorang warga yang tengah bekerja di sekitar sungai melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan air. Setelah didekati, diketahui bahwa sosok tersebut adalah seorang perempuan yang sudah meninggal dunia.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepala desa setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi, dan mengamankan lokasi. Jenazah korban, yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun, telah dibawa ke RSUD Karawang untuk keperluan visum dan identifikasi lebih lanjut,” jelas Cep Wildan.

Polres Karawang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri sesuai laporan agar segera menghubungi pihak kepolisian. Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Tim Inafis dan Satreskrim Polres Karawang guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. (Red)

Garasi Laporkan Dugaan Korupsi Pj Kades Karangsegar ke Kejaksaan Negeri Bekasi

BEKASI, NarasiKita.ID – Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Bekasi (Garasi) resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

Laporan tersebut dilayangkan langsung ke kantor Kejari Bekasi pada Senin (06/10/2025). Kepala Bidang Investasi Garasi, Amir Khan, mengatakan laporan itu berkaitan dengan dugaan penyimpangan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bersumber dari Tanah Kas Desa (TKD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2023 hingga 2024.

“Berdasarkan hasil investigasi dan observasi tim kami, TKD Karangsegar yang berupa sawah produktif seluas 15,5 hektare disewakan dengan nilai Rp5,5 juta per musim panen. Dari situ muncul dugaan praktik Tipikor oleh Pemerintah Desa Karangsegar,” ujar Amir.

Selain itu, lanjutnya, dugaan korupsi juga mengarah pada pengelolaan APBDes dan penyertaan modal terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah namun tanpa kejelasan pengelolaan.

“Bukan hanya PADes, kami juga menemukan indikasi kegiatan fiktif serta penyertaan modal BUMDes yang tidak transparan,” tegas Amir.

Amir juga menyoroti lemahnya fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangsegar yang dinilai tidak maksimal dalam menjalankan peran pengawasan, bahkan terkesan ikut bermain mata dengan pihak pemerintah desa.

“BPD seolah tutup mata. Padahal mereka memiliki fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintah desa,” ucapnya.

Pihak Garasi berharap Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh.

“Kami percaya pada integritas Kajari Bekasi di bawah kepemimpinan Bapak Edy Sumarman untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi ini,” tutup Amir (M.A)

Wabup Maslani: KKL Wilhan dan Program MBG Wujud Sinergi Ketahanan Wilayah dan Kesejahteraan Rakyat

KARAWANG, NarasiKita.ID – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menegaskan bahwa kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) memiliki peran strategis tidak hanya dalam proses pendidikan militer, tetapi juga sebagai sarana memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wabup Maslani saat memberikan sambutan pada Entry Briefing KKL Wilhan Pasis Dikreg LXVI Seskoad Tahun 2025, yang digelar di Gallery Nyi Pager Asih, Karawang, Senin (06/10/2025).

Menurut Maslani, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan daerah yang tangguh dan masyarakat yang sejahtera.

“Kegiatan KKL Wilhan ini tidak hanya menjadi bagian dari pendidikan militer, tetapi juga membuka ruang sinergi nyata antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan wilayah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wabup Maslani juga menyoroti salah satu fokus utama pembangunan di Kabupaten Karawang saat ini, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini, katanya, merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak Karawang.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun generasi kuat, sehat, dan berdaya saing – baik secara fisik maupun mental,” tegasnya.

Maslani menjelaskan, pelaksanaan program MBG dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, serta unsur TNI dan Polri. Sinergi ini bertujuan memastikan distribusi, pengawasan, dan keberlanjutan program berjalan efektif di lapangan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kodim 0604/Karawang dan seluruh jajaran yang aktif membantu kegiatan sosial, memperkuat ketahanan pangan, dan ikut mendorong kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.***

Bupati Aep Tegaskan Pentingnya Inovasi Desa, Mulyasari dan Karawang Kulon Raih Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

NarasiKita.ID – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan pentingnya semangat inovasi dan tanggung jawab dalam membangun desa. Hal itu disampaikan saat dirinya memimpin apel pagi di lingkungan Kantor Bupati Karawang sekaligus menyerahkan piagam penghargaan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Karawang (Anugerah Gapura Sri Baduga) di Plaza Pemda, Senin (06/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Desa Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, dan Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, dinobatkan sebagai Desa Istimewa Anugerah Gapura Sri Baduga 2025.
Sementara juara lomba desa tingkat kabupaten diraih oleh:

  • Juara I: Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel
  • Juara II: Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon
  • Juara III: Desa Walahar, Kecamatan Klari

Bupati Aep menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa dan seluruh aparatur pemerintahan desa yang telah menunjukkan dedikasi serta kinerja terbaik dalam melayani masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan apel pagi yang dipadukan dengan pemberian penghargaan lomba desa. Saya ucapkan selamat kepada para kepala desa dan lurah yang telah berprestasi. Jadikan penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” tegas Bupati Aep.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong desa agar menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berdaya saing.

“Kinerja desa adalah cermin wajah pembangunan daerah. Oleh karena itu, saya minta agar setiap desa berani berinovasi dan tidak berhenti melakukan perubahan positif,” tandasnya.

Sebagai informasi, Anugerah Gapura Sri Baduga merupakan program penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi dan memberi apresiasi atas kinerja desa dan kelurahan terbaik di seluruh kabupaten/kota.

Penilaian dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dengan fokus pada berbagai aspek, seperti kesehatan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola pemerintahan desa yang efektif dan akuntabel.***

LBH Bumi Proklamasi Buka Laporan Pengaduan Warga Korban Dugaan Penggelapan Pajak PBB oleh Oknum Petugas Desa

NarasiKita.ID – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bumi Proklamasi resmi membuka posko pengaduan bagi warga yang menjadi korban dugaan tidak disetorkannya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh oknum petugas desa.

Langkah ini diambil menyusul maraknya temuan warga yang mengaku telah membayar PBB secara tunai setiap tahun, namun saat dicek ke sistem resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang, ternyata status pajaknya masih tercatat belum lunas.

Perwakilan LBH Bumi Proklamasi, Syarif Husen, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan menerima laporan dari warga di seluruh desa yang merasa dirugikan atas praktik penyelewengan tersebut.

“Kami membuka laporan pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi sudah masuk ranah dugaan tindak pidana penggelapan keuangan negara,” tegas Syarif Husen dalam keterangannya, Minggu (05/10/2025).

Menurutnya, modus yang digunakan oknum petugas cukup sistematis. Warga diminta membayar pajak secara tunai setiap kali SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) dibagikan oleh RT atau perangkat desa. Namun, dana tersebut tidak pernah disetorkan ke kas daerah.

“Ini kejahatan yang mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah desa dan sistem pajak daerah. Kami mendorong aparat penegak hukum untuk segera bertindak,” ujarnya.

LBH Bumi Proklamasi mengimbau warga untuk mengecek status pembayaran PBB secara mandiri melalui kanal resmi Bapenda Karawang atau datang langsung ke kantor LBH dengan membawa bukti pembayaran, foto SPPT, dan identitas wajib pajak.

“Kami siap mendampingi warga dalam proses hukum, baik melalui pelaporan ke kejaksaan maupun aparat kepolisian. Negara tidak boleh membiarkan uang pajak rakyat diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah Syarif.

Posko pengaduan LBH Bumi Proklamasi berlokasi di Jl. Proklamasi No. 45, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, dan akan menerima laporan setiap hari kerja mulai pukul 09.00–15.00 WIB.

Kontak Media: LBH Bumi Proklamasi

📍 Jl. Proklamasi No. 45, Rengasdengklok – Karawang

📞 0857-9866-0631. (Yusup)

Wabup Karawang Lepas Kontingen Futsal ke BK Porprov Jabar 2025

KARAWANG, NarasiKita.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi melepas kontingen futsal Karawang untuk berlaga pada Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat Tahun 2025.

Pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, di Plaza Pemda Karawang, Jumat (03/10/2025).

Sebanyak 40 atlet futsal akan mewakili Karawang dalam ajang tersebut, terdiri dari 23 atlet putra dan 17 atlet putri, serta didampingi oleh 10 orang official. Tim futsal putri dijadwalkan bertanding di Soreang, Kabupaten Bandung, sedangkan tim putra akan berlaga di Kabupaten Garut mulai 4 hingga 12 Oktober 2025.

Wakil Bupati Maslani menegaskan, keikutsertaan kontingen Karawang dalam BK Porprov ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah bersama Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKab) Karawang dalam membina dan mengembangkan olahraga futsal di tingkat daerah.

“Kontingen ini menjadi bukti nyata keseriusan AFKab Karawang dalam membina dan mengembangkan olahraga futsal. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelatih dan official yang telah membina para atlet hingga siap mengikuti ajang BK Porprov ini,” ujar Wabup Maslani.

Ia juga berpesan agar seluruh atlet menjaga kesehatan, fokus pada pertandingan, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas selama berlaga.

Sebagai informasi, AFKab Karawang sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan dan pembinaan berjenjang, termasuk mengirimkan tim futsal untuk mengikuti Kejurda Piala Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat 2025. Dalam kejuaraan tersebut, tim futsal Karawang berhasil melaju hingga babak 16 besar, capaian yang menjadi bekal berharga untuk menatap ajang BK Porprov 2025.***

Bapenda Karawang: Bayar PBB Wajib Kanal Resmi, Bukan Lagi Lewat Desa

NarasiKita.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan bahwa sejak tahun 2021, sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) telah mengalami perubahan. Demi mencegah kebocoran dan meningkatkan transparansi, seluruh pembayaran kini wajib dilakukan melalui kanal resmi yang langsung terhubung dengan kas daerah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang, Sahali Kartawijaya, menekankan bahwa pihaknya tidak lagi mengakui pembayaran PBB secara tunai melalui aparat desa.

“Warga harus membayar lewat Bank BJB, kantor pos, Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, atau kanal digital lain yang telah bekerja sama dengan pemerintah,” tegasnya usai menghadiri audiensi bersama petani di DPRD Karawang, Jumat (03/10/2025).

Meski sebagian warga mengaku sudah membayar melalui desa dan mendapat kuitansi, Sahali menegaskan pembayaran tersebut tidak sah apabila tidak tercatat dalam sistem perbankan resmi. Akibatnya, banyak wajib pajak, terutama petani, tetap mendapati tagihan PBB mereka muncul di sistem.

“Kami memahami keresahan warga, tapi secara hukum tidak bisa mengakui pembayaran yang tidak masuk ke sistem resmi. Sistem kami berbasis digital dan terhubung langsung dengan kas daerah. Jika tidak terekam, maka dianggap belum bayar,” jelasnya.

Sahali mengingatkan masyarakat agar selalu meminta dan menyimpan bukti pembayaran resmi berupa struk dari bank atau mitra digital. Menurutnya, perubahan sistem ini merupakan bagian dari reformasi layanan publik untuk menciptakan tata kelola pajak yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel.

“Kami tidak bermaksud mempersulit, justru ingin memberikan kepastian hukum bagi warga. Jika semua terekam dalam sistem, hak dan kewajiban masyarakat akan terlindungi,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga berkomitmen terus melakukan sosialisasi dan pendampingan, terutama di wilayah pelosok, agar warga dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran PBB yang baru. (Yusup)

Musrenbang Desa Karyamulya Prioritaskan Infrastruktur Pertanian dan Posyandu

NarasiKita.ID – Pemerintah Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Tahun 2025 untuk penyusunan rencana kerja pemerintahan desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor desa.

Musrenbang dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Batujaya, yakni Kasi PBB dan Humas, UPTD Pendidikan, UPTD Pertanian, UPT Puskesmas Batujaya, jajaran perangkat desa, kader PKK, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

Plt. Kepala Desa Karyamulya, H. Mamat Rahmat, menegaskan bahwa infrastruktur pertanian masih menjadi prioritas utama pembangunan tahun 2026, mengingat mayoritas warga Karyamulya adalah petani.

“Selain infrastruktur pertanian, kami juga memprioritaskan usulan masyarakat, khususnya dari ibu-ibu, terkait peningkatan fasilitas kesehatan di Posyandu serta sarana pendukung pendidikan PAUD,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, masyarakat berhak mengusulkan kebutuhan yang dirasa paling mendesak. Dalam forum kali ini, sebagian besar warga petani mengusulkan penuntasan pembangunan infrastruktur pertanian, khususnya penurapan di sepanjang saluran menuju area persawahan.

“Kami berharap Musrenbang tahun ini bisa menjawab kebutuhan nyata masyarakat Karyamulya, sehingga mampu membawa desa ini lebih baik, lebih maju, inovatif, dan sejahtera. Perencanaan RKPD ke depan harus semakin matang,” pungkasnya. (Yusup)

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Google search engine

Berita Terbaru

Nasional

Investigasi

Pemerintahan

Kriminal

Budaya