KARAWANG, NarasiKita.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kondusivitas Kawasan Industri sebagai upaya memperkuat iklim investasi di Kabupaten Karawang. Kegiatan berlangsung di Aula Tathya Dharaka, Polres Karawang.
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Kajari Karawang, Dandim 0604/Karawang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, serta para pimpinan perusahaan yang beroperasi di wilayah Karawang.
Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa Karawang memiliki dua kekuatan strategis yang menjadi penopang pembangunan daerah maupun nasional, yakni sektor pertanian dan industri.
Menurutnya, Karawang merupakan salah satu lumbung padi nasional dengan luas lahan sawah sekitar 87 ribu hektare yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, Karawang juga menjadi salah satu pusat industri terbesar di Indonesia dengan keberadaan sembilan kawasan industri.
“Karawang tidak terlepas dari industri. Melalui rakor ini, kami berharap langkah ke depan menjadi lebih konkret. Kami memohon arahan dari Bapak Kapolda agar investasi di Karawang dapat berjalan lancar,” ujar Aep.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, termasuk melalui penyediaan layanan informasi lowongan kerja secara gratis.
“Pemerintah daerah sudah menyediakan website info loker gratis. Kami yakin sistemnya bersih, namun terkadang masih ada oknum, baik di tingkat HRD maupun desa, yang bermain. Bersama APINDO dan Forkopimda, kami berkomitmen penuh mendukung program ‘Jaga Rawat, Jaga Jawa Barat’ demi mengawal investasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan industri melalui implementasi program “Jaga Rawat Jaga Jawa Barat”.
Menurutnya, program tersebut dibangun di atas empat prinsip utama, yakni adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif, sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika ekonomi global.
“Di tengah tekanan global, investasi harus menjadi roda penggerak ekonomi yang mampu memberikan multiplier effect serta manfaat nyata bagi masyarakat, negara, dan lingkungan,” ujar Kapolda.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dan pelaku usaha berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta memberikan kepastian hukum bagi para investor, sehingga Karawang tetap menjadi salah satu tujuan investasi unggulan di Jawa Barat maupun Indonesia.***




























