BEKASI, NarasiKita.ID – Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Saluran Sekunder (SS) Kalibutek (D.I. Jatiluhur) di Kabupaten Bekasi menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan tumpukan material pasir dan batu kali di lokasi proyek viral di media sosial Facebook.
Unggahan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warganet mempertanyakan kualitas material yang digunakan dalam proyek pemerintah senilai Rp43.058.448.000 itu, sementara warga berharap proses pembangunan diawasi secara ketat agar hasilnya sesuai spesifikasi teknis.
Salah seorang petani pengguna air irigasi asal Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Risam, mengaku khawatir terhadap material yang telah didatangkan ke lokasi pekerjaan.
“Saya masyarakat petani Desa Sindangsari, sekarang lagi ada pembangunan. Ini batu nggak layak, ini bukan batu belah, ini batu hancuran. Pasirnya juga begini. Biar pihak yang terkait tahu, ini proyek bukan menggunakan anggaran sedikit tapi puluhan miliar. Batu yang sudah turun hampir kurang lebih 40 truk. Saya berterima kasih wilayah saya dibangun pemerintah, oleh karena itu pihak yang terkait harus mengontrol pembangunan ini sesuai atau tidak, agar bangunan saluran air ini lebih kuat dan kokoh,” ujar Risam dalam video yang beredar.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dengan Nomor Kontrak HK0201/B/BBWS5.10.2/2026/01 yang ditandatangani pada 30 Maret 2026.
Proyek yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp43.058.448.000 dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh PT Tirta Indo Karya, sedangkan pengawasan dipercayakan kepada PT Dinar Rianda Consultant – PT Budhi Cakra Consultant KSO.
Mengacu pada spesifikasi teknis Kementerian Pekerjaan Umum, material agregat seperti pasir dan batu yang digunakan untuk pekerjaan beton struktural wajib memenuhi persyaratan mutu, termasuk batas kadar lumpur dan karakteristik material lainnya, agar tidak memengaruhi kekuatan maupun ketahanan konstruksi.
Pembangunan jaringan irigasi sekunder SS Kalibutek merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keandalan pasokan air bagi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Cabangbungin, Kecamatan Sukakarya, dan sekitarnya. Oleh karena itu, kualitas material, kepatuhan terhadap spesifikasi teknis, serta pengawasan pelaksanaan proyek menjadi aspek penting demi menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, NarasiKita.ID masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari manajemen PT Tirta Indo Karya, konsultan pengawas PT Dinar Rianda Consultant – PT Budhi Cakra Consultant KSO, serta BBWS Citarum terkait kualitas material yang digunakan, termasuk informasi mengenai hasil pengujian laboratorium apabila telah dilakukan.
Pemberitaan ini akan diperbarui setelah diperoleh tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait sebagai bentuk pemenuhan asas keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik. (MA)



























