Pungli Insentif Guru Ngaji hingga Marbot, Pemerintah Desa Kampungsawah Siap Tindaklanjuti dan Terima Aduan Warga

Pungli Insentif Guru Ngaji hingga Marbot, Pemerintah Desa Kampungsawah Siap Tindaklanjuti dan Terima Aduan Warga

KARAWANG, NarasiKita.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap insentif ratusan ribu rupiah bagi guru ngaji TPQ, DTA, RA, MI, MTs, serta amil dan marbot mencuat di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Praktik pungutan ini diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa setempat.

Menanggapi hal tersebut, Asep Sudia, salah satu perangkat Desa Kampungsawah yang mewakili kepala desa, menegaskan bahwa pemerintah desa sebelumnya telah melarang segala bentuk pungutan terkait pencairan insentif.

“Kepala desa sudah menekankan dengan tegas bahwa tidak boleh ada pungutan dalam proses pencairan maupun pendaftaran insentif bagi guru ngaji,” ujarnya, Selasa (25/03) malam.

Berita Lainnya  Kades Mulyajaya Ultimatum Pendatang: Wajib Lapor 1x24 Jam atau Angkat Kaki!

Asep juga menambahkan bahwa pemerintahan desa tidak pernah mewajibkan pemotongan dana insentif. Namun, jika ada penerima manfaat yang secara sukarela memberikan sebagian insentifnya tanpa paksaan, hal tersebut masih dianggap wajar.

“Yang menjadi masalah adalah ketika ada pungutan yang ditetapkan atau dipatok oleh oknum tertentu, karena itu masuk kategori pungli,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep menyatakan bahwa pemerintah desa siap menerima aduan dari para penerima manfaat yang merasa dana insentifnya telah dipotong ataupun dipungut oleh oknum perangkat desa secara sepihak. Pihaknya akan segera memanggil oknum perangkat desa dan mengundang sejumlah guru ngaji TPQ, DTA, RA, MI, MTs, serta amil dan marbot yang merasa dirugikan.

Berita Lainnya  Konflik KADIN Jabar Belum Usai, KADIN Indonesia Siapkan Tim Rekonsiliasi

“Jika memang ada yang merasa dipotong tanpa persetujuan, maka pemerintah desa akan memanggil oknum yang bersangkutan dan menghadirkan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang merasa dirugikan,” jelasnya. (NK)

Bagikan Artikel
Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *