BANDUNG, NarasiKita.ID – Pendidikan calon pemimpin Polri tak hanya ditempa melalui kemampuan profesional dan akademik. Nilai kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pemimpin yang humanis.
Hal itu ditunjukkan keluarga besar Sespimma Polri Angkatan 76 Tahun Anggaran 2026 melalui kegiatan doa bersama dan santunan kepada 40 anak yatim di Yayasan Al Khoiriyah, Desa Sukamaju, Bandung, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri Brigjen Pol Victor Togi Tambunan, S.H., S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) dan Peserta Didik (Serdik) Sespimma Polri Angkatan 76 TA 2026.
Sebanyak 40 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tersebut. Para Serdik tidak sekadar hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim dan berbagi kebahagiaan bersama.
Brigjen Pol Victor Togi Tambunan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Sespimma Polri terhadap masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan karakter kepemimpinan kepada para peserta didik.
“Kegiatan doa bersama dan santunan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar Sespimma Polri kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka.”
Menurutnya, pendidikan kepemimpinan di lingkungan Polri tidak cukup hanya membentuk sosok yang memiliki kemampuan profesional. Seorang calon pemimpin juga harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Seorang pemimpin harus memiliki kepedulian, kepekaan dan keikhlasan dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan kepada para Serdik selama mengikuti pendidikan.”
Selain santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama. Para peserta memanjatkan doa untuk memohon keberkahan, kelancaran, kesehatan dan kesuksesan selama mengikuti pendidikan Sespimma Polri Angkatan 76 TA 2026.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara jajaran Sespimma Polri, para Serdik, pengurus yayasan serta masyarakat sekitar.
Bagi para Serdik, keterlibatan dalam kegiatan sosial tersebut menjadi pengalaman untuk mengimplementasikan nilai kepemimpinan yang humanis. Kepemimpinan tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga harus mampu hadir dan peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kehadiran keluarga besar Sespimma Polri di tengah anak-anak yatim juga diharapkan mampu memberikan semangat dan motivasi. Santunan yang diberikan tidak sekadar dimaknai sebagai bantuan materi, melainkan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa proses pembentukan calon pemimpin Polri juga menyentuh aspek kemanusiaan. Integritas, empati dan orientasi pengabdian menjadi nilai yang diharapkan terus melekat dalam diri para Serdik.
Melalui doa bersama dan santunan tersebut, Sespimma Polri Angkatan 76 TA 2026 menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan tidak hanya berorientasi pada akademik dan profesionalitas, tetapi juga pada pembentukan karakter serta kepedulian sosial.
Semangat berbagi dan pengabdian itu diharapkan memberikan manfaat bagi anak-anak yatim Yayasan Al Khoiriyah sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para Serdik dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin Polri yang humanis, berintegritas dan dekat dengan masyarakat. (MA)




























