BEKASI, NarasiKita.ID – Menjelang pelantikan 154 kepala desa (Kades) terpilih di Kabupaten Bekasi pada 4 November 2026, Polres Metro Bekasi memperkuat langkah pengamanan dengan menyiagakan sekitar 5.000 personel gabungan. Pengamanan tidak hanya difokuskan di lokasi pelantikan, tetapi juga menyasar sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kesiapan tersebut diperlihatkan melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Operasi Wibawa Mukti Jaya 2026 yang digelar Jumat (30/10/2026), pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, di kawasan Patung Golok, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.
Dalam simulasi tersebut, aparat memperagakan sejumlah skenario penanganan gangguan keamanan, termasuk kemungkinan terjadinya bentrokan antara petugas dan kelompok massa.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo, mengatakan simulasi tersebut merupakan bagian dari persiapan kepolisian dalam menghadapi agenda pelantikan kepala desa terpilih.
“Hari ini kita mengadakan kegiatan simulasi sistem pengamanan kota atau Sispamkota, untuk kesiapan kita dalam pelaksanaan persiapan pelantikan Pilkades yang akan dilaksanakan tanggal 4 November,” ujarnya di hadapan awak media.
Menurutnya, pola pengamanan melalui Sispamkota tidak hanya dipersiapkan untuk pelantikan kepala desa, tetapi juga dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai agenda yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Dalam pelaksanaannya, Polres Metro Bekasi turut melibatkan unsur TNI, Satpol PP, dan pemadam kebakaran. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan personel dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Kapolres menegaskan, meskipun simulasi memperagakan skenario penanganan massa yang berpotensi anarkis, pendekatan preventif dan humanis tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Harapannya nanti kita lihat tadi bersama-sama proses penanganannya tetap kita kedepankan secara preventif, termasuk humanis. Tetap laksanakan keamanan dengan mengedepankan pendekatan kemasyarakatan secara humanis kepada pelaku-pelaku yang nantinya akan melakukan kerusuhan,” jelasnya.
Intelijen dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan
Salah satu perhatian kepolisian adalah kemungkinan munculnya pergerakan massa dari pihak-pihak yang belum menerima hasil Pilkades maupun keputusan terkait pelantikan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Metro Bekasi akan mengoptimalkan fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas guna melakukan pemantauan, penggalangan, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Titik pengawalan tertentu sudah kita sampaikan, arah titik pelantikan. Di sini kita juga nanti sebarkan di beberapa titik yang mungkin ada rencana pergerakan ataupun yang tidak menerima hasil keputusan pelantikan ini. Kita akan sebar luas penggalangan dari fungsi Bhabinkamtibmas maupun intelijen,” ungkapnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengamanan pelantikan tidak semata-mata mengandalkan kekuatan personel di lapangan. Deteksi dini dan komunikasi dengan masyarakat juga menjadi bagian penting untuk mencegah potensi konflik berkembang menjadi gangguan keamanan.
5.000 Personel Disiagakan
Di akhir keterangannya, Kapolres mengimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi agar tetap menjaga kondusivitas serta menghormati proses dan keputusan yang telah ditetapkan.
Bagi masyarakat yang masih memiliki keberatan terhadap hasil Pilkades, Kapolres mengingatkan agar menempuh jalur dan mekanisme hukum yang tersedia, bukan melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Harapan saya tetap menjaga kondusivitas situasi di Kabupaten Bekasi. Kita harus menghargai apa yang menjadi keputusan, sudah melalui kajian perhitungan secara independen. Saya harap masyarakat kalau pun masih ada yang belum menerima, silakan ada ruangnya untuk melaksanakan upaya lain,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapan pengamanan, Polres Metro Bekasi menyiapkan kurang lebih 5.000 personel untuk mengawal agenda tersebut.
“Kita turunkan kurang lebih 5 ribu personel untuk melakukan pengamanan,” pungkasnya.
Dengan pelantikan 154 kepala desa yang semakin dekat, kesiapan aparat keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas Kabupaten Bekasi.
Publik kini menantikan bagaimana pelaksanaan pengamanan tersebut berjalan, sekaligus berharap seluruh rangkaian pelantikan dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa konflik di tengah masyarakat. (MA)




























