Beranda Nasional Mentan Andi Amran Sulaiman Sidak Gudang Beras Karawang, Stok Nasional Diklaim Aman...

Mentan Andi Amran Sulaiman Sidak Gudang Beras Karawang, Stok Nasional Diklaim Aman Hadapi El Nino

KARAWANG, NarasiKita.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang penyimpanan beras di Tunggakjati, Karawang Barat, Kamis (23/4/2026), guna memastikan ketersediaan stok beras nasional dalam kondisi aman.

Dalam sidak tersebut, Mentan menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi ancaman fenomena iklim ekstrem yang disebut “Godzilla El Nino”. Hal ini didukung oleh tingginya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

“Stok CBP saat ini mencapai 4,9 juta ton dan dalam waktu dekat diproyeksikan menembus 5 juta ton. Ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia,” ujarnya.

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Targetkan 25 Desa Wisata dalam Lima Tahun

Ia membandingkan capaian tersebut dengan rekor sebelumnya pada 1984 yang hanya mencapai 2,6 juta ton. Dengan stok hampir dua kali lipat, pemerintah optimistis tidak akan terjadi krisis pangan meskipun menghadapi tekanan global dan potensi kekeringan ekstrem.

Selain cadangan di gudang Bulog, ketersediaan beras nasional juga ditopang oleh standing crop atau padi siap panen yang diproyeksikan mencapai 11 juta ton. Sementara itu, stok di sektor Horeka (hotel, restoran, dan kafe/katering) tercatat sekitar 12,5 juta ton.

Secara keseluruhan, total cadangan beras nasional dinilai mampu mencukupi kebutuhan konsumsi hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Rekomendasikan Penutupan Sementara Theatre Night Mart, Temukan Dugaan Pelanggaran Izin

“Estimasi El Nino berlangsung enam bulan, sedangkan cadangan kita mencapai 11 bulan. Artinya lebih dari cukup,” tegasnya.

Untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp3 triliun difokuskan pada penguatan infrastruktur irigasi, termasuk program pompanisasi dan optimalisasi sumber air di wilayah rawan kekeringan.

Pemerintah juga menjalankan program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare, serta pengelolaan irigasi hingga 1,5 juta hektare lahan pertanian di seluruh Indonesia.

Selain itu, sebanyak 80 ribu unit pompa air disiapkan untuk menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan terdampak kekeringan. Di sisi lain, sekitar Rp2 triliun dialokasikan untuk penyediaan benih unggul tahan kekeringan guna meningkatkan indeks pertanaman.

Berita Lainnya  Dugaan Skandal Transparansi di Desa Sukamaju, Kades Terancam Jerat Pidana UU KIP dan UU Pers

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika perubahan iklim dan geopolitik global.***

Bagikan Artikel