KARAWANG, NarasiKita.ID – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada bangunan SDN Telukbango 6, Kecamatan Batujaya, yang atapnya mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan keselamatan warga sekolah.
Seorang alumni SDN Telukbango 6 angkatan 2006, Ahmad Jayadi yang akrab disapa Vijay, mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang agar segera melakukan revitalisasi terhadap atap bangunan sekolah tersebut.
Berdasarkan kondisi di lapangan, struktur atap bangunan terlihat telah mengalami pelapukan. Kerangka kayu penyangga genteng tampak rapuh dan patah di sejumlah bagian, sehingga susunan genteng bergeser dan tidak lagi tertata dengan baik. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi ambruknya atap, terlebih saat hujan deras maupun angin kencang.
Menurut Vijay, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan para siswa, guru, serta seluruh warga sekolah.
“Sebagai alumni, saya merasa prihatin melihat kondisi sekolah tempat kami menimba ilmu dulu. Atapnya sudah sangat rapuh, gentengnya melorot, dan kayunya kelihatan sudah lapuk. Ini kalau dibiarkan bisa membahayakan adik-adik kita yang sedang belajar,” ujarnya kepada media, Minggu (19/7/2026).
Vijay menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan peserta didik harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia berharap Disdikbud Karawang segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung serta mengalokasikan anggaran perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah.
Menurutnya, revitalisasi bangunan sekolah harus diprioritaskan mengingat proses belajar mengajar berlangsung setiap hari di dalam ruang kelas yang berada di bawah atap yang kondisinya telah memprihatinkan.
“Kami meminta dengan sangat kepada Disdikbud Karawang untuk segera mengambil langkah cepat. Jangan tunggu sampai ada korban atau atapnya roboh total baru ada tindakan. Revitalisasi ini sifatnya mendesak demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Disdikbud segera merespons persoalan tersebut dengan langkah konkret. Menurutnya, sekolah sebagai tempat menuntut ilmu harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan. (Sup)




























