KARAWANG, NarasiKita.ID – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai perayaan Pujabakti Waisak Jawa Barat 2570 Tahun Buddhis (TB) / 2026 yang digelar di kawasan cagar budaya Candi Jiwa, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Minggu (14/6/2026).
Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, hadir mewakili Bupati Karawang bersama sejumlah pejabat daerah untuk mengikuti rangkaian perayaan hari suci umat Buddha tersebut. Kehadiran pemerintah daerah menjadi wujud dukungan terhadap kehidupan masyarakat yang rukun dalam keberagaman serta upaya menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Karawang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Bupati Karawang periode 2005–2010, , bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang, di antaranya Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Kesbangpol, Plt. Camat Batujaya, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karawang.
Perayaan Waisak tahun ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, . Dalam sambutannya, Dedi mengajak masyarakat untuk memaknai Waisak tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kebajikan dan refleksi diri dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Candi Jiwa bukan hanya bangunan bersejarah yang menyimpan jejak peradaban masa lalu, melainkan ruang yang mengingatkan manusia untuk selalu merenungkan perjalanan hidup dan menemukan ketenangan batin.
“Candi Jiwa hadir dalam setiap waktu. Hari ini adalah hari bersama-sama kita bertafakur, kapan saja dan di mana saja. Orang-orang hadir dan datang ke sini sebagai bentuk perjalanan menuju puncak kebahagiaan sebagai umat Buddha,” ujar Dedi.
Di hadapan ribuan peserta yang hadir, ia juga menyampaikan harapannya agar peringatan Waisak di masa mendatang dapat berlangsung lebih menyatu dengan alam dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
“Tahun depan tidak ada lagi tenda yang berdiri. Peringatan akan dilaksanakan pada malam hari agar prosesi ibadah tidak terpisah langsung dengan langit. Selamat Hari Raya Waisak. Semoga nilai-nilai Waisak hidup dalam setiap hari kita,” katanya.
Perayaan Pujabakti Waisak di Candi Jiwa berlangsung dengan aman, damai, dan penuh kekhidmatan. Di tengah keberagaman masyarakat Jawa Barat, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam perbedaan merupakan nilai yang harus terus dijaga bersama.
Dari situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan peradaban tersebut, semangat persaudaraan dan kebajikan kembali digaungkan, mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat harmoni dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.***




























